[x] penampilan
Ayhner memiliki rambut hitam dengan poni yang panjang menutupi mata birunya. Dalam berpenampilan, dia sering menggunakan kaos dengan luaran kardigan hitam. Dia senang menggunakan pakaian dengan warna gelap dan ini menambah kesan suram pada dirinya. Dia memiliki hidung yang mancung serta yang penuh. Ayhner memiliki warna kulit yang cerah. Dia memiliki bekas luka di sekitar leher, luka ini didapatkannya saat berada dalam penyekapan yang dilakukan oleh sekte sesat.

[x] sifat
Fukuda Ayhner adalah seorang pria pendiam yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Dia adalah seseorang yang jujur dalam berucap dan memiliki kesetiaan yang tinggi dalam suatu hubungan. Dia tipikal orang yang mandiri dalam berbuat sesuatu, tetapi kadang ada tingkahnya yang ingin bermanja pada seseorang yang bisa menjadi sandarannya. Dia adalah seorang pemikir yang logis dan rasionalitasnya tinggi.
Pria berhelai gelap ini tidak menyukai aturan, terkadang sulit untuk mengaturnya. Seseorang harus sangat tegas padanya. Dia orang yang mudah marah akan sesuatu, tapi mudah pula melupakan kemarahannya. Meski begitu dia adalah pribadi yang cukup hangat dan perhatian kepada orang lain.Dia orang yang suka berubah-ubah, mengikuti isi pemikirannya. Dalam membuat keputusan dia selalu memiliki pertimbangan-pertimbangan. Dia adalah tipe orang yang bila melihat sesuatu yang menarik, dia ingin mencobanya. Dia adalah orang yang fleksibel. Dia menyukai kebebasan dalam membuat berbagai opsi.

TRIGGER WARNING!
kisah ini mengandung beberapa unsur yang mungkin tidak cocok bagi beberapa pembaca, seperti unsur violence, rape, heretical cult.

[x] latar belakang kisah
Fukuda Ayhner lahir pada tanggal 12 Desember 1998. Ayah Ayhner adalah orang Jepang, sedangkan ibu Ayhner ialah orang Amerika Serikat. Keduanya bertemu saat ayah Ayhner pergi berlibur ke negara kelahiran ibu Ayhner. Mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Ayhner ialah anak pertama mereka. Nama Ayhner berarti mulia atau terkenal. Ayhner memiliki seorang adik laki-laki yang berbeda beberapa tahun darinya. Kehidupan keluarga mereka berbahagia, ayah dan ibu Ayhner adalah orang yang terpandang sehingga disegani oleh orang lain.
Ayah dan ibu Ayhner meninggal dalam kecelakan beruntun, meninggalkan Ayhner bersama sang adik, Almero, hanya berdua. Mereka harus belajar bagaimana hidup tanpa kedua orang tua. Ayhner sebagai seorang kakak memiliki tanggungjawab besar untuk melindungi adiknya. Orang-orang yang dahulunya baik kepada mereka mulai menampakan sifat asli. Hidup mereka menjadi lebih sulit.Bertambah sulit tatkala keduanya diculik oleh kultus sesat yang ingin menjadi mereka kelinci percobaan sebuah eksperimen keabadian. Nasib malang bertubi-tubi menimpa Ayhner. Setiap hari ialah rasa sakit yang menderanya, tetapi lebih sakit hatinya karena harus memikirkan bagaimana nasib sang adik tersayang.Tidak pernah sekali pun, tubuhnya bebas dari luka sayat maupun lebam. Orang-orang sesat itu terus menyiksanya guna menciptakan monster abadi yang kelak akan menjadi senjata pamungkas. Tubuhnya serasa remuk redam. Setidaknya dipukuli hingga patah tulang rusuk jauh lebih baik daripada terluka disembuhkan lalu dilukai kembali tanpa ampun."Sakit... sakit... sakit..."Hanya itu yang bisa gumamkan oleh Ayhner yang mulai merasa kehilangan minat pada hidup, matanya yang semula bersinar terang bagaikan langit siang perlahan memudar kehilangan harapan. Tidak ada yang menolongnya, dia pun jauh dari adiknya. Pihak kultus sengaja memisahkan kakak beradik itu.Di saat hampir hilang semua harapan akan hidup yang terlalu menyakitkan, seseorang menghampiri Ayhner. Lelaki itu nampak sebaya dengannya. Ayhner tidak menaruh suatu kecurigaan apapun kepada si lelaki, lantaran di lubuk hatinya yang paling dalam, ia membutuhkan seseorang sebagai sandaran. Lambat laun, keduanya semakin dekat. Ayhner telah memberikan semua kepercayaannya kepada si lelaki."Aku akan melindungimu."Ayhner dengan percaya diri berkata kepada si lelaki. Lelaki itu sering menceritakan kisah hidupnya yang terdengar sama menyedihkannya dengan Ayhner, sehingga Ayhner memutuskan untuk melindungi lelaki itu. Ayhner pula dengan terbuka menceritakan semuanya kepada si lelaki, termasuk tentang adiknya yang sama tertahan di sana."Kenapa... KENAPA KAU MELAKUKAN INI?! Kenapa kau menipuku...?"Ayhner marah, hatinya sangat hancur, terluka, dan kecewa. Lelaki yang ia percaya, selain adiknya, ternyata berkhianat. Tidak ada ketulusan yang diberikan oleh lelaki itu kepada Ayhner, sementara Ayhner telah memberikan semua kepercayaannya. Lelaki itu ternyata anggota dari kultus sesat yang menyamar, sengaja mendekati Ayhner dan membuatnya jatuh sedalam-dalamnya."Tidak!! Aku tidak mau!! Lepaskan aku... aku mohon... AAAARGH!!"Malam itu ialah malam di mana Ayhner sangat hancur. Dia mengalami kekerasaan secara fisik maupun seksual oleh si lelaki yang telah menipunya, sangat sakit. Kasar dan menakutkan. Bahkan sampai Ayhner berpikir siksaan yang sebelumnya ia rasakan jauh lebih baik dari ini. Semua bagian tubuhnya sakit, apalagi... bagian bawahnya. Meski yang paling merasa sakit ialah hatinya. Matanya yang sebelumnya kembali bercahaya berkat harapan yang di bawa lelaki itu, kini kembali kosong seolah tak bernyawa. Dia hanya berharap semuanya segera berakhir. Berharap ia bisa melupakan semuanya. Berharap bahwa ini hanya mimpi buruk semata.Setelah kejadian itu... Ayhner menjadi seperti boneka tanpa nyawa, tanpa harapan. Sehingga eksperimen yang dilakukan kepadanya memperoleh keberhasilan. Dia memperoleh keabadian, tidak bisa mati meskipun dibakar, dipenggal, bahkan ditembak dengan senapan. Dia tidak merasakan sakit, meskipun disiksa sedemikian rupa. Sebagai efek lainnya, Ayhner jadi memiliki ingatan asing di otaknya, itu ialah milik para kelinci percobaan kultus yang gagal.Dengan kekuatannya, Ayhner memberontak. Dia mencari keberadaan adiknya seperti orang gila. Mungkin masih ada kesempatan untuk menolong sang adik. Meski sia-sia, adiknya sudah menjadi korban eksperimen yang gagal. Ayhner bersama sang adik kabur dari tempat laknat tersebut. Tujuan mereka ialah mencari cara untuk menghancurkan kultus dan kembali menjadi manusia normal.

[x] catatan penting
Meski pun dia terlihat seperti karakter utama dalam sebuah film tetapi Ayhner memiliki banyak sekali kekurangan. Bila terluka dia memang akan cepat sembuh dan tidak merasakan sakit, dengan catatan apabila itu menggunakan senjata biasa. Lain halnya apabila menggunakan senjata khusus yang terbuat dari perak, lukanya akan sangat lama sembuh.
Ayhner memang bisa beladiri tetapi dia tidak sejago yang dibayangkan, dia bukan orang yang selalu menang dalam pertandingan dan sempurna dalam berbagai hal. Dia juga memiliki sifat yang mudah percaya pada orang lain, sehingga ini terkadang menjadi masalah besar yang di masa mendatang menimpanya. Apalagi dengan kepribadiannya yang mudah penasaran dan ingin mencoba berbagai hal, meski pun itu berbahaya. Dia bukanlah orang yang tidak tersentuh.